Tentang Sthrimaya Indumaty: Aceh…

Tentang Kekuatan Perempuan (Sentimentalitas Berlebihan)

IBM Dharma Palguna
balipost.co.id

KETIKA masih anak-anak, Sthrimaya Indumaty yang lahir di Philippina dibawa bermigrasi ke Amerika Serikat oleh Ibunya. Di sana ia berkembang menjadi orang Amerika keturunan Asia. Ketika saya pertama kali mengenalnya, Sthrimaya Indumaty adalah seorang perempuan 27 tahun, penuh percaya diri, mahasiswi sebuah universitas ternama di Amerika. Continue reading “Tentang Sthrimaya Indumaty: Aceh…”

Dan Intuisi Membisikkan Peluang sang Legendaris

Selamat Jalan Pramoedya Ananta Toer…

IBM Dharma Palguna
balipost.co.id

SAYA seorang mahasiswa yang sedang nenulis sebuah skripsi untuk menamatkan kuliah di Fakultas Sastra. Pramoedya Ananta Toer adalah nama yang langsung saya pilih tanpa keraguan sedikit pun. Setelah itu barulah memilih salah satu karyanya untuk dianalisis. Pilihan jatuh pada roman Perburuan. Ketika itu tahun 1984. Continue reading “Dan Intuisi Membisikkan Peluang sang Legendaris”

DUA PENGARANG SINGARAJA…

Keindahan Toleransi Perbedaan…

IBM. Dharma Palguna
balipost.co.id

SINGARAJA, atau Buleleng umumnya, dari dulu sampai sekarang melahirkan banyak pengarang. Dari sekian banyak pengarang itu, ada dua orang pengarang yang serupa tapi tidak sama: Panji Tisna dan Ida Ketut Jelantik.

Keduanya sama-sama membuat Singaraja bangga tapi dengan cara berbeda. Bukan hanya cara mereka berbeda, cara berpikir dan pandangan dunia mereka juga berlainan. Kasus ini menarik perhatian, karena pada masa itu Singaraja ”hanyalah” sebuah kota kecil, atau sebuah kampung besar. Continue reading “DUA PENGARANG SINGARAJA…”

Tagore di Gianyar

Ketajaman, Keluasan, Kedalaman…

IBM. Dharma Palguna
balipost.com

PADA akhir dekade kedua abad 20, seorang Rabindranath Tagore berkunjung ke Gianyar. Sebagai orang yang sangat didengarkan oleh dunia ketika itu, pujangga besar dunia itu tidak berbicara banyak tentang apa yang dilihatnya, tentang apa yang didengarnya, dirasakannya, termasuk apa yang barangkali dicemaskannya. Continue reading “Tagore di Gianyar”

SEKAR AGUNG DI SANGGA LANGIT…

Membaca, Memahami dan Memaknai…

IBM. Dharma Palguna
balipost.com

SAYA membulak-balik halaman demi halaman sebuah buku tua, berjudul: Taman Sari: Papoepoelan Gending Bali. Di bawah judul itu ada keterangan berbunyi: ”Kapoepoelan Antoek I Wajan Djirne miwah I Wajan Roema.”

Dari segi isi, buku ini luar biasa. Memuat berbagai lagu-lagu Bali jaman dahulu yang tidak banyak lagi diketahui oleh masyarakat umum. Seluruh syair lagu ditulis dalam aksara Latin, dilengkapi dengan nang-ning-nung-neng-nong dalam aksara Bali. Tapi keadaan fisik buku itu sangat memperihatinkan. Lusuh. Semua halaman terlepas. Warna kertasnya sudah menyerupai warna tanah. Continue reading “SEKAR AGUNG DI SANGGA LANGIT…”