Pesona Novel Dunia

Ibnu Rusydi
http://www.korantempo.com/

Dewan Kesenian Jakarta memfasilitasi penerjemahan novel dunia. Dua karya penting dipilih.

Prihatin. Itulah awal dari Program Penerjemahan Sastra Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). Kualitas penerjemahan sastra di Indonesia dirasa buruk. Koleksi terjemahan karya sastra dunia, khususnya novel, di sini sangatlah miskin. Continue reading “Pesona Novel Dunia”

Melacak Inspirasi Basoeki Abdullah

Ibnu Rusydi
tempointeraktif.com

Basoeki Abdullah. Nama depannya memakai “oe”, ejaan lama Van Ophuijsen, sementara nama belakangnya menggunakan ejaan Soewandi. Seperti ejaan namanya, sang maestro lukis melintasi, serta dekat dengan, dua pemimpin besar Indonesia yang berbeda arah, Soekarno dan Soeharto.

Ia memang keturunan priyayi. Kakeknya tokoh pergerakan, Dr Wahidin Sudirohusodo. Ayahnya adalah Abdullah Surio Subroto, pelukis naturalis sekaligus penari. Dari ayahnya, ia mulai mengenal seni melukis. Sejak balita, Basoeki sudah mulai mencoreti kertas dan kanvas. Ibunya, Raden Ajeng Sukarsih, kerabat Kasunanan Solo. Continue reading “Melacak Inspirasi Basoeki Abdullah”

Tragedi Gendari tanpa Klimaks

Ibnu Rusydi, Seno Joko Suyono
http://www.tempointeraktif.com/

Ia buta. Rambut putihnya memanjang. Ia membawa tongkat kayu yang tak lurus. Itulah Destarata. Penampilan penari alusan Sulistyo Tirtokusumo sebagai Destarata yang tak bisa melihat itu cukup kuat. Destarata hadir di antara para prajurit Kurawa yang tengah berlatih. Walau singkat, penampilan Sulistyo turut memaknai pementasan Gendari. Continue reading “Tragedi Gendari tanpa Klimaks”

Komedi Hitam Rasa Melayu

Ibnu Rusydi
http://www.tempointeraktif.com/

Namanya Aruk. Ia bukan Don Kisot. Tapi, karena watak pandirnya, nasibnya selalu sial. Teater Satu Lampung, dengan menggunakan format teater kampung, menyajikan kisah Aruk, yang ditulis oleh sang sutradara, Iswadi Pratama. Pertunjukan ini renyah, lucu, sekaligus getir.

Lakon ini telah dipentaskan Teater Satu Lampung di puluhan desa, sekolah-sekolah, dan instansi pemerintahan di Lampung. Mereka juga menjajal memainkan drama ini di komunitas-komunitas teater, dari Solo sampai Jakarta. Dan kini dicoba di Teater Komunitas Salihara, Jumat dan Sabtu lalu. Panggung di Salihara diubah ke dalam bentuk arena. Continue reading “Komedi Hitam Rasa Melayu”

Menafsir Perang

Ibnu Rusydi
korantempo.com

Sejumlah perupa mengangkat hal perang. Mereka berangkat dari puisi.

Enam hantu prajurit berbaris. Empat hantu membawa genderang dan lainnya membawa bedil. Tak ada tubuh, hanya pakaian prajurit Jawa dengan pengaruh kolonial, seperti topi, enam pasang sepatu lars, dan panji-panji. Tetabuhan genderang terdengar dari barisan hantu itu. Continue reading “Menafsir Perang”