Aceh, Kurusetra, Bharatayudha

Imam Cahyono
http://www.sinarharapan.co.id/

Pernah menonton wayang, menonton film Mahabharata? Atau, menyimak kisahnya di buku, komik, atau dari cerita mulut ke mulut? Kendati cerita Mahabharata sudah sangat lama hidup dalam tradisi masyarakat kita, ia selalu saja menarik untuk dinikmati, alias tidak membosankan. Bisa jadi, ia telah menjadi salah satu bagian dalam khazanah budaya kita. Bukan tidak mungkin, kisah Mahabharata adalah kisah abadi yang akan selalu menjadi inspirasi bagi umat manusia. Yang pasti, ia memberikan banyak pelajaran dan pengalaman kepada kita semua?jika kita mau sejenak merenungkannya. Continue reading “Aceh, Kurusetra, Bharatayudha”

Kartini, Ahmad Wahib, dan Soe Hok Gie

Imam Cahyono
http://www.sinarharapan.co.id/

Hikmah apa yang bisa kita petik dari Raden Ajeng Kartini, Ahmad Wahid dan Soe Hok Gie? Ketiga nama itu sepertinya tak pernah habis menjadi bahan pembicaraan. Padahal, ketiganya adalah sosok yang jelas-jelas berbeda, hidup dalam zaman yang berbeda pula. Kartini hidup semasa kolonialisme Belanda sedang berjaya di persada nusantara. Soe Hok Gie hidup dalam zaman peralihan, masa kemunduran Soekarno transisi menuju era Soeharto. Sementara Wahib, hadir di zaman awal pemerintahan Orba, saat umat Islam mengalami posisi marginal dan stagnan. Continue reading “Kartini, Ahmad Wahib, dan Soe Hok Gie”

Berharap kepada Perempuan Penulis

Imam Cahyono
http://www.sinarharapan.co.id/

Fenomena mutakhir pergumulan sastra kita yang diwarnai dengan tema seks, tak habis-habisnya menjadi pergunjingan. Berbagai media massa, ramai membincangnya, berusaha membedah fenomena itu. Hal yang sama juga terjadi di berbagai forum diskusi dan kajian, seperti Diskusi Sastra Dewan Kesenian Jakarta, ?Seks dalam Sastra Kita Kini, di Taman Ismail Marzuki (TIM), 21 Oktober 2003 lalu, yang diramaikan oleh tiga pembicara, Sirikit Syah dari Surabaya, Apsanti Djokosujatno dari Jakarta dan Faruk dari Yogyakarta. Continue reading “Berharap kepada Perempuan Penulis”