Puisi, Ekspresi dan Kesadaran Kolektif Personal

Indra Tjahyadi *
suarakarya-online.com

Dapat dikatakan, bahwa puisi merupakan sebentuk ekspresi, yang meskipun teramat sangat bersifat individual, acapkali, entah sifatnya mengkritisi atau mempertegas, masih saja terikat dengan solidaritas kesadaran kolektif personal. Hal ini seperti yang dapat dilihat pada puisi-puisi yang terkumpul dalam kumpulan puisi “Duka Atjeh Duka Bersama” (Dewan Kesenian Jawa Timur & Logung Pustaka, 2005), seperti contohnya pada puisi karya Bonari Nabonenar yang berjudul

“Tragedi Bangsa Pemabuk”: Continue reading “Puisi, Ekspresi dan Kesadaran Kolektif Personal”

2009: Tahun Kebangkitan Prosa Jawa Timur?

Indra Tjahyadi
surabayapost.co.id

Siapa bilang Jawa Timur hanya provinsinya para penyair! Sebut saja nama-nama penulis prosa semacam Muhammad Ali, Budi Darma, Suparto Brata, Zoya Herawati, M. Shoim Anwar, Wawan Setiawan, Yati Setiawan, Beni Setia, Tan Tjin Siong, Lan Fang, Bonari Nabonenar, Sony Karsono, ataupun Imam Muhtarom yang merupakan nama-nama besar di dunia prosa Jawa Timur yang karya-karyanya begitu disegani, baik apakah itu dalam skala regional, nasional, bahkan internasional. Continue reading “2009: Tahun Kebangkitan Prosa Jawa Timur?”

Tubuh Manusia dalam Puisi

Indra Tjahyadi *
lampungpost.com

MAKIN kemari, sastra kita, rupa-rupanya, makin disibukkan gagasan-gagasan mengenai tubuh. Hal ini tidak hanya menjangkiti novel atau cerpen-cerpen kita kini, akan tetapi juga puisi-puisi.

Begitu juga yang terjadi dalam puisi. Semisal puisi-puisi karya Binhad Nurrohmat dalam kumpulan puisinya yang berjudul Kuda Ranjang (Melibas, 2004). Pada kumpulan puisinya tersebut, secara sadar, Binhad menempatkan gagasan tubuh manusia menjadi semacam penggerak utama puisinya. Tengok saja larik-larik puisinya yang berjudul “Bunting” (2004: 28–29). Continue reading “Tubuh Manusia dalam Puisi”