Pupusnya Mimpi Sabila

Iskandar Saputra
http://www.lampungpost.com/

AKU tetap bunga seperti yang kau kenal dulu. Mungkin tak seranum kala warnaku mulai merekah dan menebar aroma wangi. Suatu pesona yang memikatmu kala pertama kau memandangku. Di pagi hari bersamaan dengan kemilau sinar mentari yang terbiaskan oleh butiran embun di kelopakku. Memang, kini aku tak seputih melati atau seelok pelangi seperti dulu kau panggil aku. Continue reading “Pupusnya Mimpi Sabila”