Menit-menit Terakhir

Ivy Goodman
Penerjemah: Dwi Fitria
jurnalnasional.com

Aku berusia lima belas pada tanggal lima belas. Ayahku meninggal pada tanggal satu, nenekku tanggal dua belas, pacarku tanggal delapan belas.

“Kau berikutnya,” ujar ibuku pada tanggal dua puluh dua. Ia menyerahkan padaku sepotong silet dan sepucuk revolver. “Aku sarankan kau pilih revolver,” ia berbisik, “tapi yang manapun yang kau pilih, sebelumnya sebaiknya kau merangkak dulu ke dalam kantung plastik.” Ia membuka pintu ruang bawah tanah dan melambai. “Selamat tinggal, Dena.” Continue reading “Menit-menit Terakhir”