Membuka Pintu Puisi Matroni

Joko Pinurbo

Sajak-sajak Matroni Muserang tampaknya ingin menekankan pentingnya literasi dari sudut pandang kesadaraan religius. Literasi merupakan sarana untuk menyelami keluasan dan kedalaman misteri kehidupan manusia.

Ada empat citraan pokok yang membingkai keseluruhan puisi Matroni: huruf, perahu, samudra, dan pintu. Keempat citraan tersebut berpaut satu sama lain, menawarkan ambigiuitas yang menarik untuk dicermati. Continue reading “Membuka Pintu Puisi Matroni”

Dua Penyair Indonesia di Hamburg

Catatan Baca Puisi Dorothea dan Joko Pinurbo

Dami N Toda *
Kompas, 3 Feb 2002

MUNGKIN bukan kebetulan Ruang C Philoturm Universitas Hamburg bersebelahan dengan pajangan patung kepala Ernst Cassirer (1874-1945), filsuf Yahudi-Jerman Neokantianis, bekas Rektor Universitas Hamburg (1930-1933). Salah satu buku Cassirer, Esai Manusia (An Essay On Man, 1944), terkenal di Indonesia karena pernah terpilih sebagai salah satu bacaan wajib studi sastra di Fakultas Sastra. Continue reading “Dua Penyair Indonesia di Hamburg”

Puisi: Membaca Kiasan Badan

Ignas Kleden
Indonesiatera, 2001

Sangat mungkin bahwa di antara penyair-penyair dalam sastra Indonesia modern, tidak seorang pun yang demikian obsesif dengan tubuh manusia dalam permenungannya, seperti halnya Joko Pinurbo, dalam kumpulan sajaknya Di Bawah Kibaran Sarung. Penyair dan novelis sebelum dia memang di sana-sini menulis juga tentang badan, karena seluruh perasaan erotik tidak bisa tidak harus menyentuh aspek badan. Continue reading “Puisi: Membaca Kiasan Badan”