Apalah Arti Malam bagi Penyair?

Khairul Mufid Jr

Puisi adalah sebuah karya fiksi yang begitu mistik untuk dicerna, bahasanya yang puitik, kata-katanya yang efektif, dan pengandaiannya yang sugestif memberikan rangsangan lebih terhadap pembaca untuk terus berusaha mencari tahu makna akarnya, karena seorang penyair tidak sekedar memberikan keterangan dan penjelasan kepada pembacanya tentang apa yang ingin disampaikan, tapi juga memperhitungkan keindahan bunyi, keharmonisan irama, kekayaan imaji, ketetapan simbol, rancang bangun kata-kata, dan lain sebagainya. Continue reading “Apalah Arti Malam bagi Penyair?”

Sebuah Trilogi: Puisi, Musik, dan Kopi

Khairul Mufid Jr

Bulan lalu, saya menghadiri simposium literasi Yogyakarta yang bertajuk MocoSik (12-14 Februari 2017). Sebuah kolaborasi kesenian antara musik dan buku yang diselenggarakan promotor musik Rajawali Indonesia Com dan promotor buku Kampung Buku Jogja. Dalam draf acaranya, pengunjung disuguhkan artis, pemusik, penulis, bahkan presenter: Sebut saja penyanyi Raisa, Glenn, Tompi, presenter Najwa Shihab, penulis FX Rudy Gunawan, Ahmad Nirwan Arsuka dan deretan penulis lainnya. Continue reading “Sebuah Trilogi: Puisi, Musik, dan Kopi”

Spionase Ketahanan Pengarang

Khairul Mufid Jr

Menjadi seorang pegawai, pada saatnya ia akan dihantui rasa jenuh dan ingin menyudahi status kepegawaiannya, namun ada pula yang tetap getol dan tekun bekerja meski badannya telah runduk dengan beban usia (uzur) disandangnya. Tapi anggapan itu tampaknya kurang pas dalam dunia kepengarangan, banyak karya bagus dan monumental lahir dari pengarang muda, dewasa, bahkan tua yang tetap konsisten menggembalakan imajinasinya. Disinilah usia dipertaruhkan untuk sebuah trah “produktivitas”. Continue reading “Spionase Ketahanan Pengarang”

Kita adalah Kritikus Sastra

Khairul Mufid Jr

Dalam historisitas kesusastraan dunia, kritik sastra pertama kali dilakukan dua orang Yunani, yaitu Xenophanes dan Heraclitus sekitar tahun 500 SM. Xenophanes dan Heraclitus mengecam keras seorang pujangga besar bernama Homerus yang sering bercerita tentang hal-hal yang tidak senonoh tentang dewa-dewi. Hal inilah yang mengawali pemikiran Plato tentang “pertentangan purba antara puisi dan filsafat.” Continue reading “Kita adalah Kritikus Sastra”