RIWAYAT TERBITNYA MAJALAH HORISON *

Kurniawan Junaedhie **

GAGALNYA Gerakan 30 September PKI yang terkenal dengan julukan G-30-S/ PKI, pada tahun 1965, menghancurkan cita-cita dan ambisi Lekra. Setelah melalui keadaan politik yang tak menentu, dan serangkaian demonstrasi KAMI/ KAPPI, pada tanggal 12 Maret 1966—sehari setelah menerima pelimpahan wewenang dari Presiden Soekarno— Letjen Soeharto membubarkan PKI beserta segala ormas-ormasnya. Dengan Surat Perintah yang dikenal sebagai Super Semar itu, Soeharto juga menyatakan PKI sebagai partai terlarang di seluruh Indonesia. Praktis, sejak itu era kepemimpinan Soekarno berakhir. Dengan demikian lahirlah Orde Baru. Continue reading “RIWAYAT TERBITNYA MAJALAH HORISON *”

SASTRA MAJALAH: KARYA FIKSI DI MAJALAH RIWAYATMU DOELOE

Kurniawan Junaedhie

SESUNGGUHNYA fenomena majalah yang secara khusus memuat karya fiksi, baik cerpen atau novel (cerita bersambung) bukan barang baru dalam dunia penerbitan pers Indonesia. Ketika membahas penerbitan majalah-majalah dan suratkabar pada permulaan tahun 1900-an, Sejarawan Marwati Djoened Poesponegoro, dan Nugroho Notosusanto mengakui bahwa para penulis zaman itu sudah menggunakan bentuk prosa dan puisi sebagai cara untuk menyatakan pikiran para penulisnya. Continue reading “SASTRA MAJALAH: KARYA FIKSI DI MAJALAH RIWAYATMU DOELOE”

KISAH MAJALAH “KISAH” DAN “LANGIT MAKIN MENDUNG” *

Kurniawan Junaedhie

PADA tahun 1967, HB Jassin yang waktu itu sudah menjadi redaktur Horison, kembali menerbitkan Sastra. Dengan demikian di Indonesia, selain Horison saat itu beredar dua majalah sastra sekaligus. Sastra gaya baru ini terbit bulanan dan menamakan diri sebagai “bimbingan pengertian dan apresiasi”. HB Jassin menjadi pemimpin redaksinya sedang orang bernama Darsyaf Rachman menjadi pemimpin umumnya. Penerbit majalah itu, PT Mitra Indonesia. Adapun kantor redaksinya berlokasi di Jalan Kramat Sentiong Jakarta. Continue reading “KISAH MAJALAH “KISAH” DAN “LANGIT MAKIN MENDUNG” *”