MENEMUKAN ALLAH

Kuswaidi Syafiie

“Aku mencarimu oh Tuanku
di seluruh alam raya.
Sementara di rumahku
Engkau senantiasa bertahta.”

Puisi di atas digubah oleh Maulana Jalaluddin Rumi (1207-1273) yang kemudian banyak dijadikan referensi oleh sufi-sufi setelah beliau. Baris-baris kalimat puitik itu menggambarkan tentang berlangsungnya pencarian spiritual yang dilakukan oleh mereka yang telah mengerti dan merasakan apa arti dari suatu dahaga ruhani. Continue reading “MENEMUKAN ALLAH”

Bahasa Ruhani

Kuswaidi Syafi’ie
kabarbangsa.com

Bahasa merupakan sarana bagi berlangsungnya transformasi pemahaman dari “orang pertama tunggal” kepada komunikannya atau sebaliknya. Dilukiskan bahwa ketika kerja bahasa berlangsung, di situ sesungguhnya terbentang jarak yang sedang diatasi di antara dua kutub atau lebih. Bahasa tampil sebagai aktualisasi dan perayaan terhadap “kebersamaan di antara aku-engkau” dalam pemahamannya yang luas dan majmuk. Continue reading “Bahasa Ruhani”

Surat Terbuka untuk M Fadjroel Rachman Dkk

Kuswaidi Syafi’ie *
Media Indonesia, 19 Agu 2007

DI dalam tulisanmu yang berjudul ‘Membela Manusia, Merayakan Kebebasan’ (Media Indonesia, 29 Juli 2007), Anda mengandaikan tidak ada tujuan dan ukuran apa pun di luar kehidupan manusia dan kemanusiaan. Saya pun jauh-jauh hari sudah memahami ungkapan demikian, tepatnya 20 tahun yang silam ketika saya mempelajari kitab Manthiq di sebuah pesantren. Adagium Al-insanu miqyasu kulli syayin dikumandangkan dengan lantang oleh filsafat subjektivisme. Continue reading “Surat Terbuka untuk M Fadjroel Rachman Dkk”

Ketika Waktu Jadi Beku

Tentang “Sepuluh Tahun Kemudian”-nya Hadjid Hamzah

Kuswaidi Syafi’ie *
kr.co.id

Cinta tulis Sutrimo Edy Noor dalam salah satu sajaknya, membuat segalanya mungkin. Dan pasti bahwa kalimat sang penyair dari pesisir utara Jawa itu bukanlah merupakan jalinan idiom-idiom yang kosong: kalimat itu ingin mendedahkan tentang betapa dahsyatnya kekuatan yang terkandung di dalam cinta itu sehingga ia sanggup merobek berbagai keangkuhan apapun yang selainnya. Karenanya, baju kemungkinan senantiasa menjadi kehormatan yang disandangnya. Continue reading “Ketika Waktu Jadi Beku”