Sandyakala Bahasa dan Sastra Daerah Lampung

Kuswinarto *
Lampung Post, 11, 18, 25 April 2004

FEBRUARI 2004, pada minggu yang sama, saya mendapat e-mail dari dua sastrawan di Bandar Lampung. Satu dari Alex R. Nainggolan dan satu lagi dari “bapak puisi modern (berbahasa) Lampung” Udo Z. Karzi. Yang satu berisi “kedukaan”, sedangkan yang lainnya berisi “kegembiraan”. Seolah-olah saya ini kritikus sastra, Alex teriak, “Mas Kus, kapan pulang! Lampung miskin kritikus nih!” Teriakan Alex itu membuat saya beberapa detik tercenung di depan layar monitor. Continue reading “Sandyakala Bahasa dan Sastra Daerah Lampung”

Udo Z. Karzi dalam Peta Puisi (Berbahasa) Lampung

Kuswinarto*
Cybersastra.net, 28 Mei 2003, puitika.net, 6 Maret 2006

Paruh akhir 2002, khazanah sastra daerah Lampung diperkaya dengan hadirnya sebuah antologi berjudul Momentum, memuat puisi-puisi karya Udo Z. Karzi—penyair yang juga alumnus Fisip Universitas Lampung (Unila). Dieditori Anshori Djausal dan Iswadi Pratama, antologi ini diterbitkan Dinas Pendidikan Lampung melalui Proyek Pelestarian dan Pemberdayaan Budaya Lampung. Continue reading “Udo Z. Karzi dalam Peta Puisi (Berbahasa) Lampung”

Nasionalisme TKW Hong Kong dalam Cerpen

Kuswinarto*
http://www.lampungpost.com/

Membicarakan nasionalisme di kalangan tenaga kerja wanita (TKW) kita di luar negeri sangat menarik. Sebab, bagi TKW (dalam asumsi saya), Indonesia yang menjadi Tanah Air mereka, tempat mereka lahir dan besar, bukanlah sebuah negeri yang bersahabat. Bagi mereka (masih dalam asumsi saya), Indonesia tak berpihak kepada rakyat kecil seperti mereka. Continue reading “Nasionalisme TKW Hong Kong dalam Cerpen”

‘Graffiti Gratitude’, Antologi Puisi ‘Cyber’?

Kuswinarto *
sinarharapan.co.id

Terbitnya buku Graffiti Gratitude (cetakan pertama: April 2001) atas kerja sama Yayasan Multimedia Sastra (YMS) dengan Penerbit Angkasa, Bandung, membawa perdebatan baru seputar peristilahan dalam bidang sastra Indonesia. Terbitnya buku bersampul ungu itu dibarengi dengan munculnya beberapa istilah baru, seperti ‘puisi cyber’, ‘penyair cyber’, ‘sastra cyber’, dan ‘sastrawan cyber’ (dengan berbagai variasi penulisannya) yang membuat sementara orang bertanya-tanya merujuk ke mana istilah-istilah baru itu. Continue reading “‘Graffiti Gratitude’, Antologi Puisi ‘Cyber’?”