Haruskah Menjadi Kartini (untuk) Memperjuangkan Emansipasi?

Liza Wahyuninto
http://celaledinwahyu.blogspot.com/

Bulan April sudah menjadi agenda tahunan bagi wanita Indonesia untuk mengenang dan bersama merefleksikan perjuangan Raden Ajeng Kartini. Sejak ditetapkan oleh pemerintahan Orde Baru sebagai Hari Kartini, maka mulai saat itu pula, 21 April menjadi hari baru bagi wanita Indonesia untuk mengekspresikan. Semua wanita, mulai dari yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) sampai yang sudah duduk di kursi pemerintahan ikut merayakan hari bersejarah tersebut. Continue reading “Haruskah Menjadi Kartini (untuk) Memperjuangkan Emansipasi?”

Menjelang Subuh

Liza Wahyuninto
http://id-id.facebook.com/kaka.wahyuninto.liza

Ini bukan mengenai siapa saya
Bukan pula mengenai siapa kamu
Kita juga tidak sedang membicarakan siapa saja mereka
Percayalah,
Aku tidak sedang memanah rembulan
Belum ingin menatap kedua matamu yang menawan itu
Jangan pula menyodorkan tangan yang nantinya aku takkan segan untuk meremasnya
Bukan maksudku untuk menghujat atau mengkritik dirimu Continue reading “Menjelang Subuh”

Aisyah Abd. Rahman Bint al-Syathi?

Liza Wahyuninto
http://celaledinwahyu.blogspot.com/

Terlahir ke dunia yang fana ini pada tanggal 06 November 1913 di sebuah Desa yang bernama Dumyat. Ayahnya Abd. Rahman adalah seorang sufi dan juga selaku guru teologi di Dumyat. Diberi nama kecil Bint al-Syathi? (anak pantai) dikarenakan sedari kecil ia menghabiskan waktunya di pantai untuk belajar.

Pada saat Sekolah Dasar pertama kali ia belajar bahasa Arab kepada Syekh Mursi. Pendidikannya tergolong lancar, jenjang pendidikannya pun normal sebagaimana tokoh-tokoh kenamaan lainnya. Continue reading “Aisyah Abd. Rahman Bint al-Syathi?”

Mengenang 757 Tahun Rumi: GURU SPIRITUAL PELOPOR PERDAMAIAN DUNIA

Liza Wahyuninto*)
http://celaledinwahyu.blogspot.com/

Sudah hampir 6 abad atau tepatnya 576 tahun lalu, tanggal 16 Desember 1251, sosok yang mendirikan aliran Maulawiyah ini meninggalkan dunia dengan segala kefanaannya. Namun nama dan karya-karyanya selalu menjadi pembicaraan yang tidak pernah ada habisnya. Kekaguman akan puisi maupun gazalnya, menempatkan dirinya sejajar pada deretan nama-nama tokoh satra terkenal di dunia. Continue reading “Mengenang 757 Tahun Rumi: GURU SPIRITUAL PELOPOR PERDAMAIAN DUNIA”