Polemik Sastra: Memaknai Ulang Sastra Surat Kabar

Liza Wahyuninto*)
http://celaledinwahyu.blogspot.com/

Bukan kali yang pertama mempolemikkan sastra surat kabar atau lebih akrab dengan sebutan sastra koran yang kehadirannya telah menjadi genre sastra tersendiri. Sastra surat kabar setidaknya telah diakui sebagai sastra baru dengan segala keunikannya dan penulisnyapun dibaiat mendapat predikat sastrawan oleh pembacanya. Tapi tulisan ini tentu tidak menarik jika hanya mendebat para sastrawan surat kabar saja tanpa menguraikan karya yang dihasilkannya. Continue reading “Polemik Sastra: Memaknai Ulang Sastra Surat Kabar”

Permintaan Terakhir

Liza Wahyuninto

“Aku masih seperti yang dulu Nin! Masih senang mendengar adzan untuk kemudian aku mendoakan keberhasilanku di esok hari. Aku memang belum merasakan doa itu mempengaruhi pekerjaanku, tapi aku yakin doa setelah adzan itu memang terkabul. Mungkin saja Tuhan belum mendengar doaku, mungkin pula Malaikat rahmat salah alamat dalam mengirimkan rizki, atau aku yang berdoa tidak terlalu khusyu’. Continue reading “Permintaan Terakhir”