Eyang Sentot

Luhur Satya Pambudi
http://www.lampungpost.com/

AMBULANS yang membawa jenazah Eyang Sentot perlahan-lahan meninggalkan kompleks perumahan tempat tinggal Almarhum. Aku duduk tepat di belakang sopir, di dekat peti jenazah bersama beberapa orang tetangga Eyang Sentot. Sebagai wakil keluarga, menjadi tugasku untuk menjadi penunjuk jalan bagi supir ambulans menuju makam. Sekitar dua ratus meter menjelang jalan besar, tiba-tiba ada sesuatu yang menghentikan laju rombongan pembawa jenazah. Pelakunya adalah dua orang perempuan cantik separuh baya yang lantas mendekati ambulans. Continue reading “Eyang Sentot”