KRITIKUS PERANGKAI BUNGA

M. Fauzi Sukri *

Pada zaman Belanda dan awal Indonesia, kritikus sastra itu adalah seorang perangkai bunga. Pada masa itu, ada istilah penting dalam khazanah sastra Indonesia: bunga rampai. Dalam Kamus Moderen Bahasa Indonesia, Sutan Mohammad Zain (1952: 615) menjelaskan bunga rampai sebagai “kitab batjaan jang berisi sari ber-djenis2 karangan, petikan dari kitab jang lain-lain”. Continue reading “KRITIKUS PERANGKAI BUNGA”

Paradigma Kearifan Lokal

M. Fauzi Sukri *
solopos.com

Memang ada perbedaan antara aktualisasi dan, katakanlah, “saintifikasi” dalam diskursus kearifan lokal yang mengemuka beberapa tahun ini. Yang pertama berangkat dari asumsi bahwa sesuatu yang sudah ada akan dikemukakan (kembali) pada publik, katakanlah, sekadar biar tahu atau lebih dipahami. Sedangkan yang kedua, berangkat dari keingintahuan akademis yang mendalam untuk dibuat generalisasi yang bersifat teoritis dan filosofis terhadap yang sudah ada. Continue reading “Paradigma Kearifan Lokal”

Kematian Narasi Ekologi

M. Fauzi Sukri *
lampungpost.com

Narasi ekologi adalah interupsi. Ia hadir dalam kehidupan manusia yang sibuk dengan diri manusia; manusia yang sibuk mempertanyakan diri sendiri; manusia yang sibuk mengatur diri manusia; manusia yang sibuk mengurus perut manusia; manusia yang sibuk memandang manusia. Dan hutan, pohon-pohon yang ditumbangkan, pencemaran lingkungan, sungai yang mengering, air laut yang meningkat, gunung meletus, lumpur yang menyentak keluar, siapa peduli? Continue reading “Kematian Narasi Ekologi”