Membaca SBY dari Kacamata Pram

M Sya’roni Rofii
http://www.kompasiana.com/ziyarofii

Tulisan ini berawal dari ketika saya membaca sebuah buku tentang Pramoedya Ananta Toer, salah seorang sastrawan terbesar yang pernah dimiliki bangsa Indonesia. Pram yang wafat pada tahun 2006 dengan meninggalkan puluhan karya bahkan ratusan baik dalam bentuk novel, cerpen, ataupun essai. Semua karya Pram sarat dengan nuansa humanisme dan pembebabasan, memberontak untuk memerdekakan pikiran bangsa Indonesia. Setidaknya karya Pram hingga kini telah diterjemahkan kedalam 41 bahasa di dunia berikut penghargaan pada masing-masing karya yang lahir dari balik jeruji besi, lahir di bukit-bukit gersang tempat ia dibuang, lahir ditengah masyarakat yang masih terjajah secara mental. Warisan mendasar sebelum Pram wafat adalah agar manusia Indonesia tidak inferior dihadapan bangsa manapun di dunia ini. Continue reading “Membaca SBY dari Kacamata Pram”