Humanisme Mahmoud Darwish

Cecep Syamsul Hari *
Pikiran Rakyat, 13 Sep 2008

DALAM pidato penerimaan Prince Claus Awards (2004), Mahmoud Darwish, penyair nasional Palestina, berkata: “Seseorang hanya dapat dilahirkan di satu tempat. Namun demikian, ia bisa saja mati berkali-kali di tempat lain: di pengasingan dan penjara, dan bahkan di negeri kelahiran yang telah diubah menjadi mimpi buruk oleh penjajahan dan penindasan. Continue reading “Humanisme Mahmoud Darwish”