Dua Cerita dari Si Tuan Pengen Tahu Kepada Si Tuan Resep

Mardi Luhung *
Koran Tempo

Halo Kawan, apa kabarmu? Aku sih baik-baik saja. Semoga kau juga begitu. Berapa tahun kita tak jumpa. Barangkali sebelas atau tiga belas tahun. Tak pasti. Yang jelas, sejak perpisahan itu, kita seperti mencari jalan sendiri-sendiri. Kau ke utara. Aku ke selatan. Kau ingin mendalami ilmu masak-memasak. Aku menekuni ilmu ramal-meramal. Dan kabarnya, kau kini telah berhasil jadi juru masak yang top. Sekaliber master ya? Hmm, betapa hebatnya dirimu. Ingin sekali aku mencicipi masakanmu itu. Yang kabarnya juga, penuh aroma rempah dan rasa yang menggigit. Continue reading “Dua Cerita dari Si Tuan Pengen Tahu Kepada Si Tuan Resep”

Tiga Cerpenis Jawa Timur

Beni Setia
horisononline.or.id

YANG dimaksudkan dengan tiga cerpenis Jawa Timur dalam tulisan ini adalah: Fahrudin Nasrulloh, yang termanifestasikan dengan kumpulan cerpen, Syekh Bajirun dan Rajah Anjing, (Pustaka Pujangga, Lamongan Februari 2011); dan Mardi Luhung dengan kumpulan cerpen, Saya Jatuh Cinta Lagi pada Istriku (komodo books, Depok Februari 2011); serta R. Giryadi dengan kumpulan cerpennya, Dongeng Negeri Lumut (Satukata, Sidoarjo Januari 2011). Dua bulan di awal 2011, tiga kumpulan cerpen dari tiga cerpenis yang mempunyai latar belakang berbeda, dan bagaimana perbedaan latar belakang itu menentukan corak ekspresi ber-“cerpen” mereka. Continue reading “Tiga Cerpenis Jawa Timur”

Proses Kreatif: Oleh-oleh dari Mardi Luhung

Kasnadi *

Pada Selasa, 13 November 2007, SMA Immersion Ponorogo mengundang seorang penyair “nyentrik” angkatan 2000. Ia adalah H.U. Mardi Luhung, yang lahir di Gresik 42 tahun lalu. Sebagai penyair, kepenulisannya ditandai dengan penuh gairah dan daya vitalitas yang sangat tinggi. Ia termasuk salah satu penyair muda yang sangat produktif. Karya-karyanya tersebar di berbagai media cetak baik lokal maupun nasional. Continue reading “Proses Kreatif: Oleh-oleh dari Mardi Luhung”