Hosea

Maroeli Simbolon
http://www.sinarharapan.co.id/

Saat itu aku baru bangun pagi. Lalu, segera aku membuka televisi, entah mengapa. Padahal, biasanya, aku akan bergegas ke luar rumah, dan berolahraga ringan dengan jalan kaki. Ah, benarkah yang kusaksikan ini? Seketika mataku terbelalak; berita televisi yang menayangkan tragedi Nias. Ya, Tuhan, Nias kembali diguncang gempa? Ada apakah ini? Pertanda apakah? Continue reading “Hosea”

Pohon

Maroeli Simbolon
http://www.sinarharapan.co.id/

KONON. Tersebutlah desa yang indah permai. Namanya termasyur di jagat raya. Keindahannya adalah taman impian.

Desa ini dibatasi dua sungai yang bening; tempat ikan dan udang menari. Keramahtamahan penduduknya, wah, tiada banding, tiada tanding: saling menolong dan tepo saliro. Bahkan angin merasa berdosa jika tidak mengabarkannya. Maka tak mengherankan bila dunia selalu membicarakannya. Continue reading “Pohon”

“Perempuan” dalam Lingkaran Pertanyaan

Maroeli Simbolon*
http://www.sinarharapan.co.id/

Apakah yang dirasakan seorang perempuan tua yang ditinggal pergi oleh ketiga anak kandungnya yang berseberangan dengan kekuasaan? Seberapa berat beban batin yang ditanggungnya seorang diri? Dan masih adakah keadilan di hari esok? Pertanyaan-pertanyaan sejenis inilah yang ingin disampaikan Aisah Bashar dalam pementasan monolog Perempuan di Teater Kecil, TIM, 17 Mei 2005. Continue reading ““Perempuan” dalam Lingkaran Pertanyaan”

Menulis Puisi itu Gampang?

Maroeli Simbolon
http://www.lampungpost.com/

bulan di atas kuburan

Demikian isi puisi “Malam Lebaran” karya Sitor Situmorang. Puisi sebaris, teramat pendek, dan sederhana yang menimbulkan polemik. Di antaranya, banyak bersuara nyinyir, “cuma sebegitukah puisi? Sesederhana itukah puisi? Berarti, gampang menulis puisi–tak perlu sampai ‘berdarah-darah’ dan samedhi.” Benarkah demikian? Continue reading “Menulis Puisi itu Gampang?”