TRADISI SASTRA DI DESA SAYA

Mashuri *

Saya pernah ngebet mencari tahu tentang tradisi bersastra di desa saya, di LA (Lamongan Asolole), alias Lampung (Lamongan Kampung). Dulu, tahun 2000-an awal, saya mulai mencoba mengulik asal-usul kesusastraan dalam lingkup yang sangat spesifik, yaitu desa sendiri. Tentu, saya tidak menukik ke sastra modern, karena itu terlalu wah. Alhasil, yang saya telusuri adalah sastra tradisi, baik berupa tradisi sastra lisan semacam macapatan, maupun tradisi tulis berupa tinggalan manuskrip kuno. Ternyata, hasilnya mencengangkan. Continue reading “TRADISI SASTRA DI DESA SAYA”

CINTA YANG MEMBUNUH

Mashuri *

Aku menunggu telepon dari John dalam temaram lampu taman belakang rumah. Tapi yang kutunggu mirip musafir yang lupa jalan pulang. Hingga pukul 01.00, John tak kunjung menghubungiku. Padahal dalam kurun seminggu ini, tepat pukul 00.00, aku menemukan kedamaian, yang sempat raib dalam kalbu. Ibarat padang gersang, oase yang selama ini kering-kerontang mengeluarkan mata air baru dan membentuk kolam. Continue reading “CINTA YANG MEMBUNUH”

NYAI PUTHUT, PERMAINAN NINI THOWOK KHAS MALANG

Mashuri *

Permainan Nini Thowok mashur sebagai permainan rakyat yang melibatkan kekuatan magis. Mirip-mirip jailangkung, tetapi lebih njawani. Konon, asal muasalnya dari kawasan pinggiran di negerigung Yogyakarta dan Surakarta. Namun, ternyata Malang memiliki permainan serupa dengan Nini Thowok, yang menggunakan media boneka dengan melibatkan ‘dunia lain’. Masyarakat Ngalam, eh Malang, tempo doeloe menyebutnya dengan permainan Nyai Puthut. Continue reading “NYAI PUTHUT, PERMAINAN NINI THOWOK KHAS MALANG”