RUH DAN IDEOLOGI PUISI NUSANTARA

Maman S Mahayana *

Pembuka Kata

Perbincangan tentang “Ruh dan Ideologi Puisi Nusantara” ibarat pencarian jalan pulang dalam sebuah rimba-raya yang luas, penuh belukar, dan unik; khas. Perbincangan itu tidak sekadar upaya “menemukan” kembali masa lalu yang belum terang, mungkin agak gelap, dan boleh jadi juga sesat, tetapi punya posisi penting sebagai tindak meretas jalan ke depan yang lebih sesuai dengan jiwa dan karakteristik jati diri pemilik sah negeri ini. Continue reading “RUH DAN IDEOLOGI PUISI NUSANTARA”

100 Tahun Mohammad Yamin Pujangga Perumus Dasar Negara

Hendra Makmur
Media Indonesia Online 22 Agustus 2003

POPULARITAS sosok Mr Mohammad Yamin sering tenggelam dibanding Bung Karno, Bung Hatta, dan bapak-bapak bangsa Indonesia lainnya.

Catatan-catatan tentangnya hanya terselip di lipatan tebal buku sejarah yang jarang dibuka. Agaknya, hal ini menggambarkan sifat Yamin yang tak suka menonjolkan diri dan lebih suka berkiprah di balik layar pergerakan kemerdekaan Indonesia. Continue reading “100 Tahun Mohammad Yamin Pujangga Perumus Dasar Negara”

MOMENTUM SASTRA MONUMENTAL

Maman S Mahayana *

Sastra tidak datang dari langit. Tidak juga diturunkan para malaikat. Sastra lahir dari proses yang kompleks. Ke belakang, ada kegelisahan sastrawan dalam menyikapi situasi sosial di sekitarnya. Ke depan, ada visi tertentu yang menjadi tujuan. Pada saat karya itu terbit, ada momentum. Momentum inilah yang sering kali justru membawa karya itu menjadi monumen. Sejarah telah berbicara banyak mengenai itu. Continue reading “MOMENTUM SASTRA MONUMENTAL”