Kerancuan Pemikiran Cak Nur

Muhammadun AS
http://m.suaramerdeka.com/

?ISLAM sebenarnya dimulai dengan proses sekularisasi dan ajaran tauhid merupakan pangkal tolak sekularisasi? (Cak Nur).

Teks itulah yang menjadi substansi pemikiran Nurcholis Madjid (Cak Nur) dalam gagasan sekularisasi. Berpangkal dari statement tersebut Cak Nur melahirkan gagasan rasionalisasi dan desakralisasi. Cak Nur merumuskan ide tersebut berdasarkan cara pandang terhadap fenomena peralihan animis ke kepercayaan tauhid (masuk Islam). Cak Nur lantas menjustifikasi idenya itu dengan sekuralisasi yang diperintahkan. Sekularisasi ini, bagi Cak Nur, bukanlah sekularisasi sebagai penerapan sekularisme seperti yang terjadi di Barat yang, bagi Cak Nur, dilarang. Continue reading “Kerancuan Pemikiran Cak Nur”

“Catatan Pinggir” atas Autobiografi Intelektual

Muhammadun AS*
http://oase.kompas.com/
Judul buku: Jihad Ilmiah dari Tremas ke Harvard dalam Lomba Resensi Nasional
Editor: Faiq Tobroni dan Nurhidayatulloh
Pengantar: Dr Phil Sahiron Syamsuddin, MA
Penerbit : Pesantren Nawesea Press Yogyakarta
Cetakan : 1, 2009
Tebal: x1vi + 116 halaman

Sedikit sekali intelektual Indonesia yang menulis autobiografi intelektualnya sendiri. Kebanyakan biografi mereka ditulis murid, kolega, atau wartawan. Continue reading ““Catatan Pinggir” atas Autobiografi Intelektual”

Berani Menyatakan Pendapat

Muhammadun AS*
http://oase.kompas.com/
Judul buku: Menulis tanpa Rasa Takut; Membaca Realitas dengan Kritis
Penulis: St. Kartono
Penerbit: Kanisius Yogyakarta
Cetakan: 1, 2010
Tebal: 70 halaman

Al-kisah, ketika seorang jurnalis senior mengeluh, ingin menjelajah negara-negara asing tetapi dana tidak ada, Profesor Sartono Kartodirdjo, begawan sejarah modern Indonesia, dengan serius mengatakan, ?Mas, masih ingat kisah cowboy Amerika? Continue reading “Berani Menyatakan Pendapat”

Kota Suci Penerang Peradaban

Muhammadu A.S*
http://www.jawapos.com/

ADA dua kota suci yang dirindukan umat Islam untuk selalu disinggahi. Yakni, Makkah dan Madinah. Nabi Muhammad dilahirkan di Makkah, dan di kota inilah Nabi Muhammad mulai menyebarkan risalah agamanya. Sedangkan Madinah menjadi persinggahan kedua Nabi, sehingga Islam semakin maju dalam menciptakan peradaban zaman. Nabi pun akhirnya dikuburkan di Madinah.

Karena keagungannya, kedua kota suci ini dikatakan sebagai al-haramain; dua kota suci yang diharamkan berbuat kejahatan dan kenistaan. Mustahil kiranya mau mengkaji jejak Nabi dan jejak Islam tanpa memahami secara mendalam atas seluk-beluk Makkah dan Madinah. Continue reading “Kota Suci Penerang Peradaban”