Belajar Jurnalisme Sastrawi

Nurel Javissyarqi

Dulu,… saya tulis catatan ini, saat aliran Bengawan Solo daerah Lamongan dan Gresik kering kerontang oleh kemarau panjang. Kini, dibaca ulang di Malam Takbiran menyambut Idul Fitri tahun 2020, dan paragraf ini pembuka, penambahannya. Adalah jarak waktu, ingatan, kenangan benar tersimpan, tatkala disalin ke dalam teks, meski lewati batas kadaluarsa dari peristiwa yang sudah tersirat takdir-Nya. Rentangan tempo dari kemarau hingga penghujan yang tidak pada musimnya, antara sekarang dan tulisan lama, menelan masa setengah tahunan. Alhamdulillah, masih diberi-Nya napas-napas demi menghidupi kesaksian kepada para pembaca. Continue reading “Belajar Jurnalisme Sastrawi”