Mengukur Kualitas Sastrawan Indonesia

Nurman Hartono
Suara Karya, 4 Mei 2013

Sepeninggal Pramodya Ananta Toer pada 30 April 2006 silam, kegalauan banyak sastrawan negeri ini hingga sekarang adalah belum adanya sastrawan Indonesia yang menerima hadiah nobel. Meski setiap tahun ada ratusan sastrawan dari seluruh dunia yang diunggulkan mendapatkan Nobel untuk Sastra meski akhirnya yang terpilih hanya satu orang, tetapi tak satupun sastrawan Indonesia yang disebut-sebut sebagai calon kandidat. Continue reading “Mengukur Kualitas Sastrawan Indonesia”