aku bisa saja menulis puisi paling sedih malam ini (Pablo Neruda)

@diterjemahkan Saut Situmorang

aku bisa saja menulis puisi paling sedih malam ini.

misalnya, menulis: ?malam penuh bintang,
dan bintang bintang itu, biru, menggigil di kejauhan.?

angin malam berkelit di langit sambil bernyanyi.

aku bisa saja menulis puisi paling sedih malam ini.
aku pernah mencintainya, dan kadang-kadang dia pernah mencintaiku juga. Continue reading “aku bisa saja menulis puisi paling sedih malam ini (Pablo Neruda)”

1927, Tagore dan Pablo Neruda bertemu di Jawa

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=328

Puisi bertitel Kepada Tanah Jawa, bukti Rabindranath Tagore (7 Mei 1861 – 7 Agus 1941) pada tahun 1927, di usianya ke 66, selepas jauh mendapatkan Nobel Sastra 1913, dirinya berada di bencah tanah Jawa.

Halaman 357, tepatnya sub judul, Hubungan Kita dengan Rabindranath Tagore. Ki Hadjar Dewantara dalam bukunya, bagian II A: Kebudayaan (terbitan Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa, 1967), berkata, bahwa pada tahun 1927, Sang Pujangga Rabindranath Tagore berkunjung ke perguruan Mataram Jogjakarya. Continue reading “1927, Tagore dan Pablo Neruda bertemu di Jawa”