Ke-Bali-an Putu Wijaya

Pamela Allen *
kompas.com

Tradisi Baru pada awalnya diterapkan oleh Putu Wijaya pada kesenian, dalam novel Putri diterapkan pada adat Bali.

Menjelang akhir jilid pertama Putri, novel epik Putu Wijaya terbitan Grafiti (2004), tokoh Cheryl, seorang Amerika, minta Wikan, orang Bali, memijat kakinya, tetapi “jangan terlalu keras”. Wikan menjawab, “Kalau tidak keras, tidak akan ada efeknya.” Continue reading “Ke-Bali-an Putu Wijaya”