PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN TERCERAHKAN MELALUI PENDIDIKAN HUMANIORA (3)

: Kontribusi Pendidikan Humaniora

Djoko Saryono *

Sebagaimana telah diungkapkan sebelumnya, kepribadian insan cendekia (sekaligus rasional, spiritual, dan imajinatif) berpihak kepada kemanusiaan; kebebasan dan kelangsungan hidup manusia. Untuk bisa membela dan menjaga kemanusiaan atau kelangsungan hidup manusia secara berke-lanjutan diperlukan – pertama-tama – ketajaman pikiran, kejernihan akal-budi, kecermatan nalar, kedalaman hati nurani, kepekaan rasa, dan keindahan angan-angan manusia; dan kemudian – kedua – pengetahuan (ilmu) yang mampu mengasah rasa kemanusiaan dan pemikiran kita. Continue reading “PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN TERCERAHKAN MELALUI PENDIDIKAN HUMANIORA (3)”

PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN TERCERAHKAN MELALUI PENDIDIKAN HUMANIORA (1)

Djoko Saryono *

Prolog:

Sekarang kita sedang memperingati Hari Pendidikan Nasional (2 Mei 2021) pada tahun kedua pandemi Covid-19. Selama dua tahun pandemi kita dihadapkan pada kelebatan-kelebatan perubahan wajah pendidikan kita baik karena kebijakan-kebijakan pemerintah maupun tekanan-tekanan atau tantangan-tantangan tak terelakkan dari berbagai penjuru. Tak ayal, dalam dua tahun terakhir kita berhadapan dengan kelebat pelbagai jargon, terminologi atau linguistik, bahkan gelagat gerak-gerik atau gimik (gimmick) yang “dipahami atau dikesankan” sebagai adanya transformasi substansial pendidikan Indonesia kita. Continue reading “PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN TERCERAHKAN MELALUI PENDIDIKAN HUMANIORA (1)”

PEMBELAJARAN SASTRA: BATU SANDUNG IMPLEMENTASI KURIKULUM (12)

Djoko Saryono

Sejak masa Kurikulum 75 sampai sekarang tampak nyata bahwa konstruksi kebijakan kurikulum Mata Pelajaran Bahasa Indonesia (di dalamnya termasuk sastra) yang dihajatkan atau apa yang hendak dicapai selalu tidak terwujud secara memuaskan di dalam ruang-ruang implementasi kurikulum Mata Pelajaran Bahasa Indonesia atau kurang terealisasi dalam pembelajaran, pengajaran, dan pemelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Hal tersebut disebabkan oleh berbagai kendala pokok. Continue reading “PEMBELAJARAN SASTRA: BATU SANDUNG IMPLEMENTASI KURIKULUM (12)”