
Muhidin M. Dahlan * Continue reading “PRAM: Buku yang tak Pernah Selesai Dibaca”
Catastrophe 1965
: Elegi Untuk Pramoedya Ananta Toer
Amien Kamil * Continue reading “Catastrophe 1965”
Penyair Amien Kamil Menyuguhkan Musikalisasi Puisi Untuk Pram
Catastrophe 1965: Elegi untuk Pramoedya Ananta Toer

Ika Yuniati Continue reading “Penyair Amien Kamil Menyuguhkan Musikalisasi Puisi Untuk Pram”
KELUHAN PRAMOEDYA DAN KEADAAN KINI
Anindita S. Thayf *
Kompas, 22/07/2020
Sejak tahun 1952, Pramoedya Ananta Toer sudah mengeluhkan soal kondisi finansial pengarang Indonesia. Lewat dua esai, Hidup dan Kerja dan Keadaan Sosial Para Pengarang: Perbandingan Antarnegara, Pramoedya membandingkan pendapatan pengarang Republik Rakyat Tiongkok dengan pengarang Indonesia. Continue reading “KELUHAN PRAMOEDYA DAN KEADAAN KINI”
Kau Tidak Menulis Pram, Kau Berak
Nara Ahirullah *
Radar Madura, 9 Feb 2011
Sastrawan, penulis yang juga seorang jurnalis Pramoedya Ananta Toer punya idola penulis juga bernama Idrus (Abdullah Idrus 1921-1979). Saat itu Pramoedya masih sangat muda, bertemu dengan penulis idolanya adalah impiannya. Dia selalu berharap bisa belajar pada Idrus. Continue reading “Kau Tidak Menulis Pram, Kau Berak”
