Sebelas Jari Penolak Kutukan Dewa

Pramono
http://www.tempointeraktif.com/

Ruang 2 x 3 meter itu sumpek dan sedikit berdebu. Tak ada sinar matahari menembus ke dalam. Rak yang mengelilingi kamar itu dipenuhi koleksi buku, kaset, dan cakram padat. Tak ada lagi ruang di rak. Berbagai buku yang tak muat diletakkan di lantai. Di ruang kecil itu, dua lampu neon berpendar menerangi. Sinarnya terarah pada meja yang juga penuh barang. Satu mesin ketik kecil berada di tengahnya. Di ujung kiri meja, sebuah minicompo merek Philips makin memadati meja itu. Continue reading “Sebelas Jari Penolak Kutukan Dewa”

Memotret Realitas Sosial dengan Gaya Nakal

Pramono
http://www.tempointeraktif.com/

Remy Sylado tergelak mengenang kenakalannya. Ia masih ingat polisi dan tentara menangkap dan memeriksanya sepekan penuh karena nekat menampilkan karyanya yang mengkritik pemerintah dan tentara pada 1970-an. ?Tahun segitu, siapa berani maju sendirian mengkritik Orde Baru?? kata dramawan, novelis, dan seniman bernama asli Yapi Panda Abdiel Tambayong itu. Continue reading “Memotret Realitas Sosial dengan Gaya Nakal”

Dari Politik Moral hingga Cerutu

Pramono
http://www.korantempo.com/

Memperingati 150 tahun Max Havelaar, Erasmus Huis, Jakarta, menggelar diskusi yang membedah novel karya Multatuli tersebut.
?Ja, aku mau dibatja! Aku mau dibatja oleh negarawan-negarawan jang berkewadjiban memperhatikan tanda-tanda zaman.?

Begitu tertulis dalam novel Max Havelaar atau Lelang Kopi Persekutuan Dagang Belanda terjemahan H.B. Jassin yang dirilis pada 1972. Novel ini ditulis Eduard Douwes Dekker, asisten residen di Lebak?dulu Jawa Barat, kini Banten. Dekker menggunakan nama samaran Multatuli yang berarti: aku telah banyak menderita. Continue reading “Dari Politik Moral hingga Cerutu”

NASKAH KUNO DI DHARMASRAYA

Pramono*
http://www.padangekspres.co.id/

Tulisan ini merupakan catatan kecil dari observasi awal tim peneliti naskah kuno yang terdiri dari dua peneliti Fakultas Sastra Universitas Andalas dan enam peneliti Balai Bahasa Padang pada 19 Februari 2009 lalu. Observasi ini adalah permulaan dari rangkaian penelitian yang bertujuan untuk melakukan inventarisasi, katalogisasi, digitalisasi dan kajian teks terpilih naskah-naskah yang masih tersebar di tangan masyarakat Kabupaten Dharmasraya. Continue reading “NASKAH KUNO DI DHARMASRAYA”