Puisi-Puisi Fatah Anshori

Catgut 900 M

Pada seluruh luka kita akan mengeja, berapa pendek dan panjang kesakitan yang musti dihubungkan, dibungkam, disembuhkan. Sebelum siksa di tubuh manusia menganga, kita hanya pipa-pipa mukosa di perut domba, setiap hari kita pamah rerumput yang jatuh dari lubang hitam dinding-dinding kelam. Tak ada jerit sakit, pendek atau panjang hanya nyanyian gudang penampung sebelum kran terakhir mengintip muara lahir. Continue reading “Puisi-Puisi Fatah Anshori”

KOTA YANG MENELAN KENANGAN

Taufiq Wr. Hidayat

Waktu matahari diterbitkan, gedung-gedung menyala. Memantulkan panas dari derita petaka. Tak ada percakapan, selain mesin dan rencana-rencana kerja. Bahasa tak berkomunikasi tentang alamat pulang. Android dan laptop menyusun dunianya sendiri, menyedot manusia ke asam lambungnya yang dipenuhi tembaga dan angka. Kata sandi mengunci otak manusia. Ingatan tentang rumah dan masa kecil, disediakan lobang kubur di lambung-lambung kesibukan. Orang-orang berebut surga dengan memasak daging saudaranya. Continue reading “KOTA YANG MENELAN KENANGAN”