P a o

Last Song For Refugee
Amien Kamil *

Ia seringkali melintas dengan mantel coklat pudar, sambil menghisap cerutu lokal diantara lalu lalang orang disekitar x dan y. Di perempatan z ia selalu berhenti sebentar, ikat tali sepatu sambil bersiul; iramanya bagai erang elang malam bicara pada bintang yang tertutup awan hitam. Continue reading “P a o”