Sosok Prof. Dr. Abdul Hadi W.M.

Puji Santosa

Abdul Hadi W.M.–nama lengkapnya Abdul Hadi Widji Muthari–adalah penyair, budayawan, dan cendikiawan muslim yang dilahirkan pada tanggal 24 Juni 1946 di kota Sumenep, Madura. Ia lahir dari kalangan keluarga muslim yang taat beribadah berdasarkan agama Islam yang dipeluknya. Orang tuanya memiliki sebuah pesantren di kota kelahirannya, “Pesantren An-Naba”. Ia tidak suka menetap di kota kelahirannya yang tampak kecil dan gersang. Continue reading “Sosok Prof. Dr. Abdul Hadi W.M.”

Monolog Interior Cerpen-cerpen Sandi Firly

Puji Santosa

Monolog Interior dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai ekacakap dalaman, yakni percakapan panjang yang diucapkan oleh seorang tokoh dalam sebuah karya sastra, baik yang ditujukan kepada diri sendiri maupun kepada pembacanya. Biasanya dalam gaya monolog interior ini tokoh aku suka membayangkan peristiwa-peristiwa yang pernah dialaminya, yang sedang dialami, dan yang akan dialaminya. Continue reading “Monolog Interior Cerpen-cerpen Sandi Firly”

MITOS KEKUASAAN

Puji Santosa

Kekuasaan dimitoskan sebagai zat kudus, yang suci dan sakral sebagai berkas-berkas cahaya kekuatan Illahi sang penyelenggara makhluk (kang murbeng dumadi). Oleh karena itu, kekuasaan dipandang sebagai daya kosmis, semacam zat yang tunduk terhadap hukum kekekalan massa. Dari satu masa ke masa, dari zaman ke zaman, dan dari satu dinasti ke dinasti lainnya jumlah total massa zat kekuasaan itu tidak pernah bertambah atau berkurang. Continue reading “MITOS KEKUASAAN”

Indentitas Keindonesiaan dalam Sastra Indonesia

Puji Santosa
http://pujagita.blogspot.com/

/1/
Di dalam khazanah sastra Indonesia modern kita mengenal suatu persoalan kemajemukan budaya bangsa sebagai akibat dari keragaman etnis. Menghadapi persoalan kemajemukan budaya bangsa ini kita harus berpandangan luas, tidak sempit, dan tidak primodial. Kita anggap bahwa keragaman etnis dapat menghadirkan temu budaya dan temu etnis yang terwadahi dalam sastra Indonesia modern. Continue reading “Indentitas Keindonesiaan dalam Sastra Indonesia”