Dan Atau

Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/

Setelah reformasi, ketika sentralisasi yang dianggap sebagai penjajahan pusat kepada wilayah berakhir, desentralisasi pun dipacu. Otonomi daerah menyebabkan terjadi berbagai pergeseran. Peran adat dan tradisi yang di masa Orde Baru diringkes untuk dibuang, digantikan dengan keseragaman dari pusat, kembali dihidupkan. Kearifan ?dan atau? kebijakan lokal pun kini banyak dipacu. Revitalisasi kearifan ?dan atau? kebijakan lokal menjadi semacam harapan. Continue reading “Dan Atau”

Dokter

Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/

Pengantar Wibisono Sastrodiwiryo:
Cerpen ini dibawakan dalam monolog oleh Putu Wijaya pada malam Anugrah FTI Award 2007

Banyak yang tidak bisa diatasi oleh ilmu kedokteran. Bagaimana pembuahan di luar rahim, dalam bayi tabung, dipastikan akan menumbuhkan janin ketika dicangkok ke rahim ibu? Virus influenza, HIV, flue burung sampai sekarang masih dicari obatnya. Di luar itu masih ada musuh bayangan yang ampuh: dukun. Continue reading “Dokter”

Kebun

Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/

Dengan berapi-api Ami pulang mau merombak lapangan badminton di belakang rumah menjadi kebun.. Dalam rangka memerangi pemanasan global. Ibunya setuju.

?Untuk apa lapangan badminton, dipakai main juga tidak pernah. Mau jadi juara All England, hah! Cina tidak akan bisa dikalahkan lagi!? katanya sinis. Continue reading “Kebun”

Merdeka

Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/

Di penghujung 2007 Amat bingung. Apakah kemerdekaan sebuah kemenangan. Apakah kemenangan sebuah kebahagiaan. Kalau ya, mengapa dalam kemerdekaan dan kemenangan, masih ada derita? Makin marak kemiskinan? Bahkan bencana , permusuhan, kekacauan, kerancauan kebenaran, ketidakadilan dan kejatuhan moral kian edhan-edhanan? Continue reading “Merdeka”