Pahlawan

Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/

Setelah membaca berita, Amat termenung sehari penuh. Makannya kurang. Suaranya hilang. Ia tidak membalas senyum, walau pun Bu Amat sudah cengar-cengir mengajak berbaikan setelah semalam agak tegang. Bahkan ketika tetangga mengundangnya untuk makan duren, ia menolak.

Bu Amat lalu mendesak Ami, mencari tahu apa yang sedang menggondeli pikiran Amat. Dengan segan-segan Ami menghampiri bapaknya dan langsung saja menembak. Continue reading “Pahlawan”

Sepi

Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/

Ketika ayahnya meninggal, Merdeka mendapat inspirasi.

?Papa adalah orang yang praktis dan realistis. Ia seorang yang bijaksana, luhur budi pekertinya dan ekonomis. Ia pasti tidak suka segala bentuk kemubaziran, termasuk yang menyangkut jasadnya sendiri,? kata Merdeka menimbang-nimbang. Continue reading “Sepi”