KOPI HITAM SANG ADIB

David Khalilurrahman, Qaris Tajudin
http://www.ruangbaca.com/

Sebagai seorang realis, Naguib Mahfouz banyak terinspirasi oleh lingkungan sekitarnya, termasuk kafe dan tempat tinggalnya. Tempo menelusuri tempattempat di Kairo yang menjadi ilham bagi karya-karya besarnya.

Kedai kopi itu sudah renta. Didirikan pada 1772. Dinding dalam dari kayu berwarna kuning mulai memudar. Beberapa bagian bahkan terkelupas. Langit-langitnya hitam gelap, dengan cahaya lampu meredup. Continue reading “KOPI HITAM SANG ADIB”

Yang Berputar Bersama Lorca

Qaris Tajudin
http://www.korantempo.com/

Oh Salvador Dali, pemilik suara berwarna zaitun!
Aku tidak memuji kehijauan kuasmu yang terputus-putus
atau warnamu yang bercumbu dengan warna hidupmu,
tapi aku menyanjung kekekalanmu yang terbatas.

Baris-baris puisi itu ditulis Frederico Garcia Lorca pada musim semi 1925 dan rampung pada 1926. Ode untuk Salvador Dali, demikian judulnya. Continue reading “Yang Berputar Bersama Lorca”

Adonis, Pemberang yang Terbuang

Qaris Tajudin
http://www.korantempo.com/

di atas luka kita berlaksa-laksa batang garam gugur, tertahan tiada nyeri.

Ia adalah Adonis si pemberang yang terbuang. Sastrawan Arab paling berpengaruh saat ini. Setiap kali mendengar nama ini yang terbayang adalah sketsa wajah seorang tua dengan rambut perak bergelombang yang awut-awutan dan mata bulat yang menantang. Sketsa itu hadir bersama esai yang ditulisnya, setiap dua minggu sekali pada pertengahan 1990-an di Afaq, suplemen sastra koran berbahasa Arab terbitan London, Al-Hayah. Continue reading “Adonis, Pemberang yang Terbuang”