TEMU TEMAN DAN SILATURAHMI INDONESIA

Sebuah Catatan Penyunting dan Pengantar Buku

R. Timur Budi Raja

I.
Ketika Puji Lestaluhu -kawan saya-, seorang aktivis teater kampus yang kebetulan menjadi salah satu dari kepanitiaan Temu Teater Mahasiswa Nusantara 2008 ini meminta saya untuk menjadi kurator sajak-sajak peserta yang rencananya hendak dibukukan, saya terkejut. “Ya ampun, rasanya saya belum cukup memiliki keberanian!” seru saya, sontak dan ringan. Tapi, Continue reading “TEMU TEMAN DAN SILATURAHMI INDONESIA”

ANAK-ANAK YANG SETIAP PAGI MEMUNGUTI AIRMATA

:LANSKAP KEKERASAN DALAM NARASI PUITIK
R. Timur Budi Raja

I.
Saat sajak-sajak ini disodorkan hingga sampai di tangan saya, tak ada lain yang melintas di benak saya, kecuali kecurigaan. Tepatnya, keinginan untuk mencurigai. Lebih-lebih mengingat ketika kawan saya, Taqin, -sang penelepon gelap yang berposisi di Surabaya itu-, mengabarkan bahwa satu jam kemudian pasca kontak dia akan berkunjung ke tempat saya di Junok. Continue reading “ANAK-ANAK YANG SETIAP PAGI MEMUNGUTI AIRMATA”