Godam Beraksi Sampai Mati

Raihul Fadjri
http://majalah.tempointeraktif.com/

SEPEKAN menjelang fajar tahun baru 2004, Rumah Budaya Tembi, di Bantul, Yogyakarta, menggelar pameran komik. Tak tanggung-tanggung, pameran berlangsung tiga minggu sampai 17 Januari 2004. Beberapa peminat komik masa kini mungkin masih ingat komikus Widodo Nur Slamet, yang lebih dikenal sebagai Wid N.S. Itu sebabnya karyanya digelar untuk mengingat kejayaan industri komik lokal di era 1970-an hingga 1980-an. Ketika itulah sejumlah nama komikus muncul: Yan Mintaraga, Teguh Santoso, Ganes T.H. (Si Buta dari Goa Hantu), Hans Jala-Jala (Panji Tengkorak), Hasmi (Gundala Putra Petir). Continue reading “Godam Beraksi Sampai Mati”

Dari Teror ke Mata Sapi

Raihul Fadjri
http://majalah.tempointeraktif.com/

Sapto Raharjo memetik inspirasi dari gerak dan permainan anak tradisional. Semangat musik garda depan John Cage membayanginya.

Dua laki-laki berdasi duduk di atas kursi di depan meja. Tak tampak ada niat untuk memainkan dua keyboard yang mematung di sebelah mereka. Justru suara mereka yang datar, naik, turun, asyik membaca naskah secara bergantian. Kadang dalam bahasa Inggris, saat lain dalam bahasa Jawa. Continue reading “Dari Teror ke Mata Sapi”