Dua Sajak Rakai Lukman

Duduk Bersanding Sang Legislator

Bersanding kesah legislator miskin pekerti, tubuhku belagu berasa kaya imaji, imaji bulat bundar laksana purnama malam sura, sura yang dipintal dari darah juga air mata. Mata air-airmata pemilik suara-suara yang rapat disimpan dalam kantong jas legislator, legislator yang telantarkan tanah-tanah juga bibir pantai, pantai calon reklamasi penampung money londry, londry bagi baju sahwat dan dasi memanjang serupa lidah rakus, rakus yang menjelma lubang kakus. Continue reading “Dua Sajak Rakai Lukman”

Sajak-Sajak Rakai Lukman

Semesta Kerinduan

I.
airmata meteor dan kerikilkerikil semesta menitik di poripori belahan waktu, aku terkesiap dari lelap panjang bersama gigir angin dan pusaran mata air yang sumbat kini melega, alirnya menggugah rumputrumput liar, akar pohon, burungburung dara menyeru nyanyian musim peneduh tubuhtubuh ngilu, pun gersang rindu menumbuh gubukgubuk petani cocok tanam di lingkar ladang kebajikan, kelak dituai cucucucu yang gagap berkisah Continue reading “Sajak-Sajak Rakai Lukman”