Arah Mudik

Raudal Tanjung Banua *
JawaPos 1 Juni 2019

Di kampungku, pesisir Barat Sumatera, mudik pertama-tama dipahami sebagai penunjuk arah. Ia merujuk daerah hulu sungai, gunung, atau sebalik bukit.

Kebalikannya adalah hilir, merujuk muara, pantai dan laut. Umumnya, masyarakat kita memang tidak menyebut arah dalam ungkapan “resmi” mata angin, namun lebih banyak mengacu pada tradisi dan budaya (toponomi). Continue reading “Arah Mudik”