PUASA TANPA KETERLIBATAN

Taufiq Wr. Hidayat

Bagi Sidharta banyak hal sederhana dan apa adanya yang mengandung rahmat kehidupan. Air, debu, kerikil, gunting, kertas, angin, pohonan, apa saja yang sederhana itu membawa rahmat ketika dihayati hati yang bersyukur. Tidak semata-semata dipandang dengan ajaran, doktrin, kehendak menguasai, dan keinginan. Seribu konsep atau deskripsi perihal air, tak dapat menjelaskan air yang langsung dirasakan dan dilihat, disentuh-dihayati. Continue reading “PUASA TANPA KETERLIBATAN”

Naskah Panjang yang Tiba-tiba Jatuh ke Pangkuan

Martin Aleida *

“Kalau (dia) masih hidup, saya ingin tahu di mana makamnya. Kalau dia disiksa dulu sebelum meninggal, saya ingin supaya punya kesempatan membasuh lukanya. Kalau yang tersisa darinya tinggal tulang, saya ingin punya kesempatan menyusun tulang-tulang itu di peti mati anak saya, lalu menguburkannya dengan penuh cinta. Kesempatan itu telah direnggut dari saya.” Continue reading “Naskah Panjang yang Tiba-tiba Jatuh ke Pangkuan”

Penulis Penjual Buku?

Refleksi Pendampingan Komunitas Baca-Tulis di Mojokerto
Sutejo

“Tugas penulis memang menulis yang berkualitas, tetapi jika tidak mengerti medan pasar, untuk apa kita menulis. Tersebab, menulis bukan sekadar idealisme tetapi juga bernilai ekonomi.” (Sutejo)
***

Sebelumnya, mohon maaf kepada para guru kehidupan yang sudah lebih dulu menulis. Ini hanya untuk menggairahkan kehidupan kata. Continue reading “Penulis Penjual Buku?”

MILLENIUM DAN DILEMA MASAKINI

Suryanto Sastroatmodjo

1.
Pada salah satu bagian dari “Serat babad Dipanegara” terurai kisah, bahwa Pangeran yang mencetuskan perang jawa terbesar (antara 1825-1830) ini pernah berkeinginan menciptakan satu legalisme populatif, yang diemban oleh “nilai datu-datu”. Sang Pangeran, yang nama kecilnya adalah Raden Mas antawirya itu pergi bertapa di Gunung rasamuni, pesisir kidul, dan bertapa sedemikian kerasnya, hingga ruhnya sempat berdialog dengan ratu Kidul. Continue reading “MILLENIUM DAN DILEMA MASAKINI”