Naskah Kuno, Dokumentasi Budaya Versus Nilai Jual Yang Tinggi

Ria Febrina*
Padang Ekspres, 21 Des 2008

BEBERAPA tahun belakangan ini, muncul laporan dari para filolog yang menyatakan bahwa dunia pernaskahan dewasa ini menjadi pusat perhatian. Mulai dari pewaris naskah, pihak akademisi, filolog, bahkan pemerintah pun ikut memberikan sumbangan. Hal ini dikarenakan naskah menjadi salah satu dokumentasi budaya yang tidak hanya memuat nilai-nilai tradisi, tetapi juga memiliki nilai jual yang tinggi. Continue reading “Naskah Kuno, Dokumentasi Budaya Versus Nilai Jual Yang Tinggi”

Ketika Sastra Masih Kering Di Sekolah

Ria Febrina
http://www.padangekspres.co.id/

Awal mula berkenalan dengan sastra waktu itu masih di SLTP 2 Padang tahun 2001, seorang guru bertanya tentang Buya Hamka. Tak seorang pun yang bisa menjawab, termasuk saya. Kemudian, ia menerangkan bagaimana sosok Hamka, termasuk karya-karyanya yang sangat fenomenal. Setelah belajar, saya mengingat namanya dan mencari karya beliau di perpustakaan sekolah. Saya menemukan label sastra dalam novelnya yang agak tebal, 224 halaman. Penasaran dengan cerita panjang yang ditulis oleh Hamka, saya membaca hingga tuntas buku yang berjudul Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Continue reading “Ketika Sastra Masih Kering Di Sekolah”