Standar Karakter Cerpen Koran

Membaca Cerpen Aan Haryono
Ribut Wijoto

Sejak tahun 1960-an, cerita pendek (cerpen) tumbuh berkembang pesat di Indonesia. Pertumbuhan ini tidak lepas dari peran media massa, utamanya koran, yang hampir tiap minggu menyediakan halamannya untuk dipajangi cerpen. Karakter cerpen pun bermetamorfosis. Mengalami perubahan. Pada zaman Idrus, cerpen bisa sangat panjang. Tak hanya jumlah halaman, struktur cerpen berangsur-angsur berubah. Mungkin disebabkan termuat di koran, karakter cerpen terlihat seperti mengikuti karakter koran. Continue reading “Standar Karakter Cerpen Koran”

Dengar DKS Mau Digusur, Saya Jadi Ingat Halte Sastra

Reporter: Ribut Wijoto
beritajatim.com 07 Des 2017

Mendengar kabar gedung sekretariat Dewan Kesenian Surabaya (DKS) di kompleks Balai Pemuda mau digusur, itu rasanya pedih banget. DKS memiliki kesan sangat mendalam dalam hidup saya. Dulu ketika masih bertempat tinggal di Surabaya, saya mengelola acara Halte Sastra DKS selama 4 tahun lebih. Sebuah acara yang menguras tenaga, pikiran, utopia, nilai-nilai pertemanan, sekaligus menguras isi dompet saya. Continue reading “Dengar DKS Mau Digusur, Saya Jadi Ingat Halte Sastra”

Waktunya Menulis Esai Teater

Reporter: Ribut Wijoto
m.beritajatim.com 2 Agu 2017

SAMPAI kini, salah satu problem teater kita tetaplah pada sepinya penulisan apresiasi pementasan. Drama dipentaskan, sudah itu, selesai. Selebihnya, kesunyian.

Tidak bisa tidak, sedikitnya apresiasi membuat teater jadi marginal. Tulisan ini, secara sengaja dan terus terang, merupakan provokasi didaktis agar insan teater mau menulis esai tentang drama (baca: teater). Continue reading “Waktunya Menulis Esai Teater”