Keberagamaan yang Tunabudaya

Ridwan Munawwar*
http://www.jawapos.com/

Aliran keberagamaan Islam puritan Wahabiyyah/Wahabisme dicetuskan oleh Muhammad Ibn Abdul Wahhab (1115-1201 H/1703-1787 M), yang lahir di Uyainah, Najed, di jazirah Arab. Kata Wahabi sesungguhnya pada awalnya diberikan oleh lawan-lawannya, namun kemudian ia menjadi label yang umum digunakan untuk menandai kekhasan identitas para pengikut ajarannya. Mereka mengklaim sebagai muslim yang berkiblat pada ajaran Islam yang pure, murni. Continue reading “Keberagamaan yang Tunabudaya”

Ledakan Sastra Pesantren Mutakhir: Cinta, Kritisisme, dan Industri

Ridwan Munawwar
http://www.suarakarya-online.com/

Sejak sekitar awal millennium ke-3, sastra pesantren di Indonesia menunjukkan geliat yang tidak main-main. Kreatifitas dan produktivitas sastra pesantren meningkat drastis baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif. Tentunya ini suatu hal yang signifikan dan positif, meski menyimpan komplikasi keunikan tersendiri di belakangnya. Di satu sisi, fenomena ledakan sastra pesantren menunjukkan sekaligus mengukuhkan eksistensi pesantren sebagai salah satu unit peradaban yang tak pernah kering dari penciptaan-penciptaan baru, khususnya dalam dunia kesusasteraan. Continue reading “Ledakan Sastra Pesantren Mutakhir: Cinta, Kritisisme, dan Industri”