Djenar, Sudut Gelap Hidup Anak, dan “Menyusu Ayah”

Rohyati Sofjan
Suara Karya, 26 Juli 2008

ADA hal menarik dari tema yang diusung Djenar Maesa Ayu, kecenderungannya untuk memaparkan masalah seksual, semacam kompleks kejiwaan dan selalu dialami seorang [anak] perempuan. Itulah yang akan saya bahas di “Menyusu Ayah”, salah satu Cerpen Terbaik versi Jurnal Perempuan 2002 yang masuk antologi cerpen Jangan Main-main (dengan Kelaminmu). Antologi cerpen terbitan Gramedia yang provokatif dengan sampul merah menyala dan seolah menantang pembaca untuk menyelaminya. Continue reading “Djenar, Sudut Gelap Hidup Anak, dan “Menyusu Ayah””

Andai Suratnya Apik

Rohyati Sofjan
http://www.suarakarya-online.com/

Mungkin saya termasuk orang yang sangat terlambat mengetahui kabar buku baru apa saja yang terbit dan dianggap bermutu plus laris manis di pasaran. Keadaan membuat saya jarang bisa mengakrabi dunia perbukuan dan trennya. Tiada toko buku di kota kecil saya, hanya gerai Indomaret Limbangan yang setia menyajikan beberapa jenis bacaan yang masuk kategori pop. Itu pun sudah saya syukuri. Continue reading “Andai Suratnya Apik”

Mungkinkah Memisahkan Pelajaran Sastra dari Bahasa?

Rohyati Sofjan
http://www.suarakarya-online.com/

Sebuah surat elektronik (surel) masuk ke dalam inbox saya. Surel yang ditujukan untuk beberapa orang selain disebarkan ke milis. Judulnya saja sudah provokatif: “Dunia Pengarang adalah Dunia yang Egois”, apalagi isinya.

Rekan penulis surel itu dari Padang, Sayyid Madany Syani. Ia mengomentari acara temu-temuan atau pesta sastra yang menurutnya “mubazir”. Ia justru membidik, katakanlah memaparkan secara argumentatif tentang peran pengarang/ sastrawan/penyair dalam mengakrabkan pendidikan sastra di tingkat dasar sampai menengah yang dianggapnya lengah. Continue reading “Mungkinkah Memisahkan Pelajaran Sastra dari Bahasa?”

Mencermati Humor Cerdas Winston Groom

Rohyati Sofjan
http://www.suarakarya-online.com/

Pertama kali saya kenal Forrest Gump di sobekan koran bungkus makanan, entah kala 1 atau 2 SMU. Isinya resensi film yang dimainkan Tom Hanks. Namun waktu itu saya tinggal di sudut kampung Kabupaten Garut yang jauh dari perkotaan dan sekira dua jam perjalanan dari Bandung.

Maka saya pupus ketertarikan pada isu aktual tentang film terbaik saat itu. Sampai kemudian, saya baca iklan buku di majalah Intisari tentang Forrest Gump, lalu bermimpi kelak akan bisa memilikinya. Continue reading “Mencermati Humor Cerdas Winston Groom”