SANG FREE TIKUS

Sabrank Suparno *

Sepanjang lorong –lorong gelap. Lajur ruang sempit, berhias sisi dinding tekstur artefak alami. Selalu dan selalu tak terbatas waktu. Kapan saja selalu dapat berubah corak dan warna. Tiap kali hanyutan air menderas. Lekuk guratan lumpur dan helaian sampah tampilkan artistik tersendiri. Ribuan langkah kaki kecil berderap lalu-lalang. Bertapak-tapak dirampungkannya silih berganti berseliweran. Sesekali melintas di temaram cahaya. Cahya yang terbias menerpa dari cela dan lubang jendela dan genteng kaca. Seolah lampu berderet tertata. Tubuh mungil bertelantingan pulang pergi. Sembari terobos aroma khas suatu tempat. Continue reading “SANG FREE TIKUS”

RONTAAN TANAH IBU

Sabrank Suparno *

Surat-surat luapan keluh

Ayah… Bunda.., kalian tau gak! Sekarang aku bagaimana? dan ada di mana? Dalam kembara rantauku, jauuuh sekali. Mengelanai ruang-ruang hampa. Ahirnya aku sampai di suatu tempat yang tak bernama. Tempat ini sunyi, pengap, pekat, sesak, berdinding plasma yang buntu, tak bercerca, tak berjendela. Berjuta tahun aku disini sendirian. Sepi… Ayah… aku takut.! Kian hari kian mencekam Bunda…! Continue reading “RONTAAN TANAH IBU”