Wanita Jawa dan Bali, Konon dan Kini

Sal Murgiyanto
http://majalah.tempointeraktif.com/

Tirai tipis membelah ke samping panggung Gedung Kesenian Jakarta. Di belakangnya para pemusik gamelan Jawa dan Bali duduk berjajar, sementara di belahan depan 18 wanita penari beraksi mengisahkan kembali legenda-tragis Calonarang penuh percaya diri. Dua penari-penata tari wanita Indonesia, Retno Maruti dan Ayu Bulantrisna, berkolaborasi mengusung dua genre tari klasik: bedaya Jawa dan legong Bali, yang masing-masing merupakan representasi kecantikan wanita tradisi di kedua wilayah budaya. Continue reading “Wanita Jawa dan Bali, Konon dan Kini”

Sardono W. Kusumo: Membumikan Kembali Tari Tradisi

Sal Murgiyanto
http://majalah.tempointeraktif.com/

Pada suatu hari di bulan Mei. France Soir, salah satu harian terkemuka di Prancis, menulis sukses dua orang pemuda Jawa. Penari Sentot dan Sardono, yang sedang berada di Paris, setengah tidak percaya membaca ocehan kritikus Jacqueline Cartier, yang tampak tidak dapat menahan dirinya untuk memuji. Hanya sesudah harian terpercaya yang bernama Le Monde dan kemudian disusul oleh harian Le Figaro meniup balon yang sama, berita itu menjadi kukuh dan merasuk menjadi semacam kebanggaan nasional”
(“Pembaharuan Tanpa Konfrontasi”, laporan utama Tempo, 23 Februari 1974) Continue reading “Sardono W. Kusumo: Membumikan Kembali Tari Tradisi”