Rakyat; Kunci Penyelamat Bangsa

Apa Pandanganmu Tentang Rakyat?
Salman Rusydie Anwar

Di suatu malam yang lengang, penulis dan beberapa orang teman lainnya terlibat dalam sebuah obrolan sederhana dengan seorang budayawan kondang asal Madura, D. Zawawi Imron, di salah satu sudut kota Jogja. Malam itu tepat malam Minggu. Sebuah momentum yang bagi kalangan muda-mudi merupakan saat yang tepat memadu sublimitas psikologi dari sesuatu yang disebut cinta dan kasih sayang. Continue reading “Rakyat; Kunci Penyelamat Bangsa”

Harga Mahal Untuk Sebuah Kesungguhan

Salman Rusydie Anwar
http://airbeningkehidupan.blogspot.com/

Beberapa tempo waktu yang lalu, seorang kawan memberitahu saya tentang adanya pemilihan lurah di sebuah tempat. Tetapi dia tidak hanya berhenti pada sebatas pemberitahuan itu, melainkan juga mengajak saya untuk memberikan suara terhadap siapa kira-kira orang yang akan saya dukung pada pemilihan tersebut.

?Saya ini dari sebuah lembaga survei independen yang akan menjamin kerahasiaan suara dukungan Anda,? katanya dalam sebuah ponsel genggam, ?Jadi, santai saja, Bro. Semuanya aman dan terjamin,? lanjutnya meyakinkan. Continue reading “Harga Mahal Untuk Sebuah Kesungguhan”

Tak Ada Receh Untuk Pengamen

Salman Rusydie Anwar
http://airbeningkehidupan.blogspot.com/

Saya tidak tahu, di hadapan negara yang besar dan kaya raya ini -yang katanya penduduknya menganut kepercayaan kepada Tuhan, yang katanya rakyatnya berpegang teguh pada nilai-nilai adat ketimuran serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan- dimanakah letak nasib para pengamen?

Terpaksa harus saya tanyakan nasib para pengamen ini karena secara tidak sengaja saya pernah melihat tempelan selebaran di sebuah pasar yang berisi tulisan NGAMEN GRATIS, dan dipojok kanan bawahnya tertera institusi yang mengeluarkan pengumuman itu: Ttd Polsek Kebumen. Tidak hanya satu selebaran, hampir semua pertokoan, baik kecil maupun besar, di pintu-pintunya tertera tulisan semacam itu. Continue reading “Tak Ada Receh Untuk Pengamen”

Siti Maryam Award

Salman Rusydie Anwar

Di suatu malam yang lengang dan bergerimis, saya mengisi kejenuhan dengan menonton televisi bersama istri. Saya tidak tahu apa nama acaranya. Maklum, sejak beberapa bulan ini saya berusaha untuk tidak terlalu berketergantungan pada kotak ajaib itu. Selain tidak menemukan acara yang benar-benar mendidik dan mendewasakan, saya juga merasa kerap dikecewakan oleh televisi karena hampir 90% acaranya hanyalah main-main. Saya bukan anti tv. Tapi sekadar tidak merasa terlalu butuh kepadanya. Continue reading “Siti Maryam Award”

Menyalakan Cahaya Peradaban Muhammad

Salman Rusydie Anwar*
http://airbeningkehidupan.blogspot.com/

Hampir tidak pernah ada kata bahasa yang cukup untuk menjelaskan secara akademik perihal Nabi Agung Muhammad SAW, yang pada tanggal 26 Februari ini akan kita peringati kembali kelahirannya. Hal ini tentu saja bukan apologi semata. Sebab sejarah sudah sedemikian banyak melahirkan berbagai kajian tentang beliau, dan hal itu seakan tak pernah menemukan kata selesai, entah sampai kapan. Continue reading “Menyalakan Cahaya Peradaban Muhammad”