Ubud Festival 2011 Berlaku pada Diri Sendiri

Saut Poltak Tambunan
analisadaily.com

Pasca terror bom pertama di Bali tahun 2002, berbagai upaya digegas untuk recovery. Di antaranya, nama Ubud tiba-tiba mencuat dalam khasanah sastra internasional. Ubud, kota kecil sebelah utara Denpasar itu sejak tahun 2004 menjadi ajang festival sastra bergengsi setiap tahun, hingga mendapat predikat sebagai ‘Among the Top Six Literary Festival in the World’s’ dari Harper Bazaar, UK. Continue reading “Ubud Festival 2011 Berlaku pada Diri Sendiri”

Ubud Festival 2011: Nanduring Karang Awak

Saut Poltak Tambunan
suarakarya-online.com

Di telapak jagad Ubud kita ditempatkan setara. Bersila sama rendah menengadah sama tinggi. Tak penting kau berarah dari benua kelingking atau jempol, jari tengah telunjuk atau jari manis. Sungguh di sini dunia tak berdinding berpintu. Pun mawar bermekaran tak berduri, lebah menyarung sengat, singa menyusut taring. Continue reading “Ubud Festival 2011: Nanduring Karang Awak”

Perempuan dan Matahari

Saut Poltak Tambunan
http://www.suarakarya-online.com/

“Jangan ngebut, Gus! Aku takut!” Ratih ketakutan ketika Bagus menambah kecepatan, pelukannya makin erat.
“Ha ha ha, aku suka ini!” Bagus tertawa ngakak lalu terputus karena Ratih mencubit pinggangnya.
“Aku nggak mau mati konyol, Gus! Aku serius!” “Sorry, sorry, Mbak.”
“Nih, aku peluk biar kau senang, tapi nggak usah ngebut,” Ratih memeluk lebih erat dari belakang. Continue reading “Perempuan dan Matahari”

Pukul Sebelas Malam

Saut Poltak Tambunan
http://www.suarakarya-online.com/

PUKUL sebelas malam, supir tergesa membukakan pintu. Langfkah Asikin terhenti, matanya nyalang mencari-cari sesuatu yang sudah lama hilang dari rumah ini. Di garasi hanya ada mobil isterinya, mobil si kembar Wandi dan Winda tak ada. Begitu pula sepeda motor Ato.
Asikin melangkah ke teras. Tiwi, pembantu menyambut dengan pintu lebar, selebar senyumnya.
“Ibu mana?” tanya Asikin.
“Di kamar, Pak,” sahut Tiwi. “Istirahat.” Continue reading “Pukul Sebelas Malam”