Puisi, Sejarah, Santet *

Sebentuk ‘Surat Kreatif’ kepada Fatah Yasin Noor, Penulis Kumpulan Puisi Rajegwesi

Mashuri **

Sejarah adalah mimpi buruk (James Joyce)

Bung Fatah Yasin Noor yang terhormat.
Mungkin kita belum pernah bersua, namun dalam kesempatan ini aku berikhtiar bersua denganmu lewat puisi-puisimu. Siapa tahu aku dan dirimu bertemu atau berpapasan di teks-teks puisimu, dan pertemuan itu bisa aku untai menjadi buah pikiranku. Jika aku tak bisa menemuimu di sana, aku akan merangkum kealpaan itu dalam praduga yang berlatar pada sosio-kultur yang melahirkan teks-teks puisimu, juga sosiokultur yang mematri nilai-nilai dan kearifan ke jiwamu. Continue reading “Puisi, Sejarah, Santet *”

HIKAYAT KERIS GANDRING DAN TERBUNUHNYA TUNGGUL AMETUNG

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=467

Malam suram, tiada hadir secerca bintang pun wajah molek bulan. Ken Angrok dengan tubuh kesatria menunggangi kuda hitam, menembus alam tanpa bayangan. Menderu terjang tiada keraguan, seringkikan binatang. Menakut-nakuti kawanan srigala yang biasa bertengger di bukit kapur tua.

Hanya dedaun buta saksi geraknya. Dan angin dingin senafasan tersengal nafsu Angrok. Lewat sentakan kencang, menghabiskan malam panggang tanpa percakapan di tengah perjalanan. Bathin menggerutu nalarnya mendidih. Menguap sekabut pegunungan merapi yang mengepul seasap tobong terbakar. Continue reading “HIKAYAT KERIS GANDRING DAN TERBUNUHNYA TUNGGUL AMETUNG”

SEJARAH SASTRA

Kanonisasi dan yang Terlupakan
Sudarmoko *
cetak.kompas.com

Sejarah sastra Indonesia, seperti halnya sejarah sosial lainnya, masih belum memperlihatkan kondisi yang sebenarnya. Bangunan sejarah sastra Indonesia rumpang di sejumlah bagian. Ini diakibatkan oleh studi sastra yang berpedoman pada kanonisasi dan kategorisasi sastra, pengukuhan periodeisasi yang telah ditulis sebelumnya, di samping juga karena keterbatasan sumber data dan kritikus yang ada. Continue reading “SEJARAH SASTRA”

Peta, Sejarah Sastra dan Roman Pergaoelan

Sudarmoko *
padangekspres.co.id

Beberapa hari yang lalu, saya menerima sebuah surat elektronik dari Pak Umar Junus. Beliau menanyakan sesuatu yang tidak saya duga, meski saya telah memikirkannya sebelumnya, namun tidak sampai pada alasan yang ditanyakan. Kenapa saya memilih untuk menggunakan sebuah peta dalam buku saya, Roman Pergaoelan (Insist Press, Juli 2008), yang diambil dari sumber Belanda, dengan keterangan dalam bahasa Inggris dan Belanda. Continue reading “Peta, Sejarah Sastra dan Roman Pergaoelan”

SASTRA PESISIR JAWA TIMUR DAN SULUK-SULUK SUNAN BONANG?

Abdul Hadi W. M.
icas-indonesia.org

Jawa Timur adalah propinsi tempat kediaman asal dua suku bangsa besar, yaitu Jawa dan Madura, dengan tiga sub-etnik yang memisahkan diri dari rumpun besarnya seperti Tengger di Probolinggo, Osing di Banyuwangi dan Samin di Ngawi. Dalam sejarahnya kedua suku bangsa tersebut telah labih sepuluh abad mengembangkan tradisi tulis dalam berkomunikasi dan mengungkapkan pengalaman estetik mereka. Continue reading “SASTRA PESISIR JAWA TIMUR DAN SULUK-SULUK SUNAN BONANG?”