Generasi Terbaru Novelis Kita: Antara Marrakesh, Moskow, dan Spinoza

Seno Joko Suyono, Heru Nugroho, Imron Rosyid, Bobby Gunawan
majalah.tempointeraktif.com

Perkenalkan Galih….
Ia dosen di Universitas Gadjah Mada. Dahulu tahun 1990-an tinggal di Moskow. Pernah memiliki pacar asli Rusia bernama Krasnaya. Krasnaya bekerja di Kalinin Bookstore di wilayah Kalinin Prospek. Berdua mereka dari Moskow sering ke St. Petersburg menjenguk nenek Krasnaya. Tapi, di era akhir pemerintahan Gorbachev, terjadilah tragedi itu. Suatu hari di depan pintu panti jompo sang nenek, tergeletak dua bungkusan mayat: mayat Krasnaya dan ayahnya-mereka dibunuh…. Continue reading “Generasi Terbaru Novelis Kita: Antara Marrakesh, Moskow, dan Spinoza”

Tragedi Gendari tanpa Klimaks

Ibnu Rusydi, Seno Joko Suyono
http://www.tempointeraktif.com/

Ia buta. Rambut putihnya memanjang. Ia membawa tongkat kayu yang tak lurus. Itulah Destarata. Penampilan penari alusan Sulistyo Tirtokusumo sebagai Destarata yang tak bisa melihat itu cukup kuat. Destarata hadir di antara para prajurit Kurawa yang tengah berlatih. Walau singkat, penampilan Sulistyo turut memaknai pementasan Gendari. Continue reading “Tragedi Gendari tanpa Klimaks”

Dari Benyamin untuk Tuhan

Seno Joko Suyono
http://majalah.tempointeraktif.com/

Lima bocah dari lima pelosok Indonesia berkisah kepada Tuhan tentang hidup. Mengapa penggarapannya masih mirip dengan Anak Seribu Pulau?

Viva Indonesia Sutradara : Ravi L. Bharwani, Aryo Danusiri, Nana Mulyana, Lianto Luseno Produksi : Yayasan SET (Sains Estetika dan Teknologi) LIMA bocah mengirim surat kepada Tuhan, bercerita tentang hidup: Benyamin dari Lamalera, Entong dari Betawi, Rudin dari Loksado, Aseng dari Singkawang, dan Mimi dari Semarang. Episode film ini masing-masing garapan Aryo Danusiri, Ravi L. Bharwani, Lianto Luseno, dan Nana Mulyana. Continue reading “Dari Benyamin untuk Tuhan”